Membuat colom kategori pada Blogspot

0 komentar Rabu, 22 September 2010
Artikel-artikel yang diposting, kadang-kadang memang perlu untuk dikelompokkan atau dikategorikan sesuai dengan tema/topiknya. Dengan adanya pengkategorian atau pengelompokan artikel yang telah diposting dapat lebih mempermudah bagi para pembaca untuk memilih artikel mana yang ingin dibaca. Di Blogger untuk membuat kategori dikenal dengan istilah Label.

Dalam episode kali ini (kayak sinetron aja pake istilah "episode") saya akan mencoba membahas mengenai bagaimana cara untuk membuat kategori atau label. Pertama-tama yang harus kamu lakukan yaitu membaca "Bismillah" he..he.. :)
Login ke blogger lalu Klik Posting --> Edit Post

* Membuat Kategori / LabelPilih atau beri tanda centang pada artikel yang ingin diberi label/dikategorikan. Lalu pada Combo box (yang ada tulisannya "label action") pilih "New Label" lalu beri nama label tersebut.


jadi deh...

* Menghapus Kategori / Label
Beri tanda centang pada postingan yang ingin dihapus labelnya, trus klik combo box trus klik label dibawah tulisan "Remove label", Nha jadi deh....

* Mengganti Kategori / Label
Hapus dulu label yang ada, kemudian kasih label baru.


Trus bagaimana cara memasang/menampilkannya di blog?
Gini nih caranya:
1. Klik Template --> Page Elements
2. Tambahkan page elements kemudian pilih Label trus disitu atur sendiri :P
udah ngerti kan?
Selamat berbuka puasa, eh salah, selamat mencoba!!!...
Read On

Tips & Trik Registry Windows XP

0 komentar Minggu, 05 September 2010
Posted on 11 Februari 2009 by Bambang Sriwijonarko
Berikut trik-trik untuk mempercepat Windows XP, efektifitas trik-trik ini mungkin berbeda2, tip-tip berikut mungkin bisa membuat komputer anda tidak stabil. maka. PROCEED WITH CAUTION. Juga jangan lupa lakukan backup registry sebelum tweaking. 
1. Mempercepat akses Folder – dengan mendisable Last Access Update.
Jika anda memiliki banyak folder dan subdirectories, maka akses ke Direktory2 Windows XP terasa sangat berat dan seringkali cuman membuang waktu. Dengan mengupdate time stamp di registry, yaitu last access update untuk semua sub directory. Proceed with caution: Langkah berikut bukan untuk N00bie
1. Start>Run>regedit 
2. “HKEY_LOCAL_MACHINESystemCurrentControlSetContr olFileSystem”
 
3. Klik kanan di bagian yg
 kan (cari area yg kosong), lalu pilih ‘DWORD Value’ 
4. Bikin DWORD Value dengan nama ‘NtfsDisableLastAccessUpdate’
 
5. Klik kanan pada value baru terus pilih ‘Modify’
 
6. Ubah data menjadi ‘1′
 
7. Klik ‘OK’
2. Me-non-aktifkan Microsoft System Sounds 
Secara default MS sound systems membuat komputer berbunyi/bersuara ketika booting awal, shutdown, error, dll. Skenario suara windows jelas2 membuat komputer lebih lambat (terutama dalam waktu shutdown dan booting awal), untuk me-non-aktifkan silahkan ikuti langkah berikut:
 
1. Buka Control Panel
 
2. Klik Sounds and Audio Devices
 
3. Klik tab Sounds
 
4. Pilih “No Sounds” dari Sound Scheme
 
5. Klik “No”
 
7. Klik “Apply”
 
8. Klik “OK”
3. Mempercepat waktu Boot 
Fitur yg lumayan asik dari Windows XP adalah kemampuan untuk mendefrag ketika ada dalam proses booting. Boot Defrag pada prinsip menata file2 yg relevan dengan booting secara berurutan. Secara default fitur ini telah diaktifkan pada beberapa Build Windows, tapi beberapa build windows tidak, ada baiknya kalo kita cross check terhadap fiotur yg satu ini.
 
1. Start Menu>Run
 
2. Regedit
 
3. HKEY_LOCAL_MACHINESOFTWAREMicrosoftDfrgBootOpt imizeFunction
 
4. Cari “Enable” dibagian kanan regedit
 
5. Klik “Modify”
 
6. Pilih “Y to enable”
 
7. Reboot
Tambahan: 
Bootvis juga bisa dicoba, untuk memangkas waktu boot dengan manufer yg manis.
4. Mempercepat Performa Swapfile 
Jika anda memiliki ram lebih besar dari 256MB bisa dibilang tweaking yg ini akan membuat sistem anda berjalan lebih cepat. Tweaking ini pada dasarnya PC kita mengunakan setiap byte dari memori fisik yg terpasang di komputer kita, SEBELUM mengunakan swap file.
 
1. Start>Run
 
2. “msconfig.exe”>ok
 
3. Klik tab System.ini
 
4. Klik tanda plus pada tab 386enh
 
5. Klik kotak new kemudian ketik “ConservativeSwapfileUsage=1″
 
6. Klik OK
 
7. Restart
5. Mempercepat Loading Windows Menu 
Tweak ini adalah tweaking fav saya, karena akan komputer kita terasa lebih cepat. Tweaking ini membuang waktu delay ketika kita mengklik menu dan windows XP menampakkan Menu.
 
1. Start>Run
 
2. Regedit>Ok
 
3. “HKEY_CURRENT_USERControl PanelDesktop”
 
4. Pilih/Sorot “MenuShowDelay”
 
5. Klik kanan dan pilih “Modify’
 
6. Ketik angka “100″
 (aslinya 400)
Angka 50-150 adalah kisaran yg baik, bisa disesuaikan dengan Mood anda
6. Mempercepat Loading Program. 
Tweaking ini bisa berjalan untuk sebagian besar program. Jika program tidak mau loading seperti yg diharapkan, silahkan aja dikembalikan ke setting semula.
 
1. Klik kanan pada icon/shortcut yg berkaitan dengan program.
 
2. properties
 
3. Pada kotak ‘target’, tambahkan ‘ /prefetch:1′ diakhir kalimat.
 
4. Klik “Ok”
 
gampang
 kan, Program akan loading lebih cepat. 
7. Mempercepat Shutdown Windows XP. 
Tweaking ini mengurangi waktu tunggu secara otomatis ketika windows sudah menerima instruksi untuk shutdown.
 
1. Start>Run
 
2. ‘Regedit’>OK
 
3. ‘HKEY_CURRENT_USERControl PanelDesktop’
 
4. Sorot ‘WaitToKillAppTimeout’
 
5. Klik kanan dan pilih modify
 
6. Ubah value menjadi ‘1000′
 (aslinya 20000)
7. Klik ‘OK’
 
8. Sorot ‘HungAppTimeout’
 
9. Klik kanan dan pilih modify
 
10. Ubah value menjadi ‘1000′
 
11. Klik ‘OK’
 
12. ‘HKEY_USERS.DEFAULTControl PanelDesktop’ sorot WaitToKillAppTimeout’
 
13. Klik kanan dan pilih modify
 
15. Ubah value ke ‘1000′
 (aslinya 20000)
16. Klik ‘OK’
 
17. ‘HKEY_LOCAL_MACHINESystemCurrentControlSetContr ol’ sorot ‘WaitToKillServiceTimeout’
 
19. Klik kanan dan pilih modify
 
20. Ubah value menjadi ‘1000′
 
21. Klik ‘OK’

Read On

WIRELESS ACCSES POINT

0 komentar Sabtu, 04 September 2010

Wireless Access Point

Cara Paling Sederhana Dalam Mengembangkan Jaringan Tanpa Kabel Pada Jaringan Anda Adalah Dengan Menggunakan Wireless Access Point
Suatu wireless access point adalah perangkat jaringan wireless yang menghubungkan client wireless (seperti komputer yang dilengkapi dengan adapter USB wireless atau laptop yang dilengkapi dengan adapter ExpressCard wireless) dengan jaringan yang menggunakan kabel – yang biasanya juga bisa koneksi terhadap internet melaluinya. Seperti halnya dengan sebuah bridge, wireless access point mempunyai sedikitnya dua koneksi jaringan dan sebagai jembatan agar bisa saling bertukar traffic antar keduanya. Koneksi pertama adalah interface wireless yang umumnya berupa on-board radio atau wireless card didalamnya. Interface jaringan kedua bisa berupa Ethernet, modem dial-up, atau bahkan bisa berupa adapter wireless lainnya. Bahkan sekarang ini sudah banyak wireless access point mempunyai lebih dari satu Ethernet port yang mana bisa menyederhanakan pembuatan segment jaringan.
Hardware access point mengendalikan akses menuju dan dari kedua jaringan (kabel dan wireless). Pada sisi wireless, kebanyakan vendor menggunakan / meng implementasikan metoda pengendalian akses keamanan dari standard keamanan sederhana inkripsi WEP untuk kebanyakan 802.11b/g standard, dan untuk yang 802.11n standard menggunakan inkripsi terkini yaitu WPA (Wi-fi Protected Access) baik yang Personal atau yang Enterprise, disamping juga mendukung WEP. Yang Enterprise bisa mendukung infrastructure RADIUS server.
Beberapa jenis wireless access point juga bisa mengendalikan apa yang bisa dikirimkan kepada clients dari jaringan kabel local, melalui rule-2 firewall sederhana. Hampir fungsional utilitynya bisa diakses lewat web interface dengan koneksi ke address defaultnya (jika belum diubah).
Gambar dibawah adalah konfigurasi diagram yang menggunakan DWL-7100AP dari D-Link atau anda bisa gunakan DAP-2590 Airpremier dual-band access point dari D-Link juga.
DWL-7100 access point diagram
Banyak fitur-2 khusus yang dilengkapi akan tetapi kebanyakan adalah hak paten yang hanya bisa didukung jika semua client juga berasal dari vendor yang sama. Walaupun dalam beberapa hal yang pokok semua clients dari berbagai vendor bisa saling koneksi terutama yang bersertifikasi Wi-Fi Certified.
Disamping itu, beberapa tambahan fitur juga dilengkapi seperti modem untuk dial ke ISP sesuai kebutuhan (dial on demand), atau fitur fungsi layanan DHCP pada interface Ethernet untuk mendapatkan konfigurasi IP address. beberapa mendukung direct bridging, yang memungkinkan jaringan kabel dan wireless saling bertukar data seakan-akan keduanya terhubung secara fisik. Jika access point tersebut mendukung dual-band frequency radio, maka bisa keduanya juga bisa dijembadani dengan jaringan kebel menjadi jaringan yang sangat fleksibel bisa di extend. Banyak sekali produk semacam wireless router (yang didalamnya sudah termasuk fungsi access point) dilengkapi dengan dual-band frequency radio 2.4 GHz dan 5 GHz yang bisa dipilih bahkan ada yang bisa bekerja simultan keduanya seperti WRT610N Linksys wireless router atau DIR-855 D-Link dual-band wireless router. Sementara yang murni sebagai wireless access router sebut saja DAP-2590 AirPremier dual-band wireless access point, atau DWL-7100 D-Link Access.
Salah satu fitur penting lainnya dari wireless access point adalah kemampuannya untuk “tidak ikut campur” clients saat berpindah-pindah dari satu access point ke access point lainnya. Dengan fitur ini user bisa saja disepanjang kampus misalnya berpindah-pindah tempat dan bisa nyambung ke access point yang ada (biasanya yang paling kuat sinyalnya) tanpa harus putus koneksi. Technology Access point sekarang hanya mengijinkan roaming antar access point pada subnet yang sama saja – yaitu access point yang tidak dipisahkan oleh sebuah router. akan tetapi protocol roaming ini hanya berlaku dalam satu vendor saja, tidak bisa lintas vendor.
Ada juga fitur (seperti pada DAP-2590) dimana administrator jaringan bisa mendefinisikan berbagai level akses jaringan berdasarkan kebutuhan individu clients. Jika client diidentifikasikan diluar akses area mereka, client secara automatis dibawa kembali kepada level akses jaringan mereka yang diijinkan.
Model-model yang ekonomis yang dimaksudkan untuk kebutuhan rumahan dan kantoran kecil seperti WAP11 Linksys dan DWL-1000AP dari D-Link bisa berharga dibawah 100 $, sementara untuk yang high-end seperti seri Aironet 1200 keatas mempunyai harga seputaran 600$. Biasanya produk access point yang berharga jauh lebih tinggi mempunyai fitur yang lebih bagus seperti jangkauan lebih jauh, kecepatan yang lebih, dan umumnya operasinya jauh lebih stabil.
Sementara beberapa access point mengklain bahwa mereka adalah 802.11 b/g/n compliant atau umum disebut Wi-Fi Certified, sebenarnya tidak juga serupa. Beberapa fitur yang membedakan mereka sebut saja berikut ini:
  • Bridging langsung kepada jaringan kabel
  • Mendukung fitur NAT dan juga layanan DHCP
  • Dual-band radio frequency 2.4 GHz dan 5 GHz.
  • Konektor external antenna
  • Power outout radio yang lebih besar (kebanyakan beroperasi pada 30mW, sementara beberapa juga ada yang beroperasi pada power 1000mW atau lebih.
  • Perbaikan system security seperti WPA / WPA2 dan tagged VLANs
Secara umum anda bisa mencari suatu access point dengan harga sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang akan anda gunakan. Penambahan access point mungkin bisa diganti dengan kemungkinan pemakaian antenna high-gain dengan power dan atau amper yang jauh lebih besar pada access point yang ada.
Check juga Wireless USB Adapter, bandingkan!
Read On